PENGERTIAN MASJID
Masjid bermaksud tempat sujud atau tempat sholat, tempat menyembah Allah SWT. Bumi adalah masjid bagi kaum Muslimin, setiap Muslim boleh melakukan shalat dimanapun di bumi ini, kecuali di atas kuburan atau tempat lain yang bernajis, atau tempat lainnya yang menurut ukuran syari’at Islam tidak layak untuk dijadikan tempat sholat, baik karana keadaan tempatnya mahupun karana lingkungannya. Dalam perkembangan di negara kita telah timbul istilah seperti Surau dan Musholla. Surau biasanya merupakan masjid dengan bangunan berukuran kecil dan tidak digunakan untuk sholat Jumaat. Sedangkan Musholla biasanya merupakan ruangan atau bahagian dari suatu bangunan yang lebih besar (pasar, terminal, pejabat dan sebagainya).

PERINTAH MENDIRIKAN MASJID
Ajaran Islam memerintahkan kepada umatnya agar disetiap tempat, dimana umat Islam berkumpul atau tinggal, perlu mendirikan bangunan khusus yang di sebut Masjid. Bahkan di tempat tinggal seperti rumah yang cukup besar, juga diperintahkan agar menyediakan ruangan khusus untuk sholat. Banyak hadis-hadis Rasul yang memerintahkan kepada umat Islam untuk membina Masjid, yang dapat disimpulkan bahawa Rumah yang paling dicintai Allah adalah Rumah yang di dalamnya terdapat ruangan khusus untuk sholat, manakala daerah yang paling dicintai Allah adalah daerah yang memiliki Masjid. Adalah suatu kewajiban bagi umat Islam disuatu tempat yang tidak ada Masjid atau apabila mengetahui bahawa di suatu daerah yang dihuni umat Islam belum di dirikan Masjid. Maka Dia wajib berusaha agar di daerah tersebut memiliki Masjid. Setiap hartawan dan pemimpin yang beragama Islam berkewajipan untuk berusaha membina Masjid di setiap tempat dimana umat Islam sering berkumpul; di Pasar, di terminal, di Universiti, di pejabat dan di tempat lainnya perlu di bina Masjid. Mendirikan Masjid termasuk jihad fi sabilillah yang berpahala besar yang merupakan pelaburan amal yang akan mengalir pahalanya terus menerus bagi yang membangunnya walaupun mereka sudah meninggal dunia.

KETENTUAN MEMBANGUN MASJID
Bentuk bangunan Masjid hendaknya di sesuaikan dengan fungsi dan tujuannya. Seorang arkitek Muslim diberi kebebasan untuk menentukan bentuk dan model bangunan Masjid, karena model dan bentuk bangunan Masjid termasuk masalah ijtihadiyah. Bangunan Masjid yang ideal adalah Masjid yang arkiteknya dapat menyentuh rasa yang dalam bagi setiap jamaahnya untuk memperoleh kedamaian, ketenteraman rohaniah dan kepuasan batin dalam menghadap Dzat Yang Maha Kuasa. Dengan demikian setiap orang yang berada di dalamnya dapat merasakan keheningan dan keredupan suasana sehingga memberikan daya tarik kepada kaum Muslimin untuk senantiasa mengunjunginya untuk beribadah.

Dan tidak kalah pentingnya bahawa pembangunan Masjid hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan hanya semata-mata mencari keredha Allah SWT. serta dibangun dengan dana yang halal dan terhormat. Prinsip-prinsip umum dalam Islam yang harus dijiwai dalam setiap pembangunan Masjid diantaranya harus sesuai dengan :

1. Kedudukannya sebagai tempat suci umat Islam.
2. Fungsinya sebagai tempat dan pusat aktiviti ibadah dan dakwah.
3. Tujuannya untuk menciptakan manusia-manusia taqwa
4. Ketentuan-ketentuan umum penggunaan harta.
5. Ketentuan-ketentuan umum tentang amal soleh.

Adapun ketentuan-ketentuan penting yang perlu mendapat perhatian dalam membangun Masjid, antara lain:

1. Bangunan Masjid hendaknya sesuai dengan fungsi, tujuan dan peranannya.
2. Menghadap ke qiblat.
3. Menghindari identiti-identiti yang menunjukan pengaruh / simbol agama lain.
4. Menghindari tabdzir, tidak ada satu jengkalpun dari bangunan Masjid yang tidak berfungsi dan tidak ada satu senpun dana yang terbuang percuma karana dana pembangunan Masjid adalah dana ummat yang harus digunakan sebaik mungkin.
5. Menghindari israf (berlebih-lebihan).
6. Dapat menjamin keselamatan jamaah.
7. Memperhatikan faktor estetika (keindahan)
8. Melengkapinya dengan fasiliti ibadah dan dakwah.

Aspek-aspek lain yang juga harus mendapat perhatian serius dalam pembangunan Masjid aitu yang bersangkut masalah-masalah antara lain:

1. Aspek Teknologi. Ertinya teknik struktur bangunan tetap harus memenuhi standard kualiti, akan tetapi tetap harus dihindari israf (berlebih-lebihan) dan harus memanfaatkan bahan bangunan yang tepat dan baik.
2. Aspek Sosiologi. Ertinya, tingkat kehidupan, pendidikan, adat istiadat masyarakat harus menjadi pertimbangan sehingga dapat memungkinkan masyarakat menerima kehadiran pembangunan Masjid.
3. Aspek Fizikal. Fizikal bangunan Masjid juga disesuaikan dengan iklim daerah setempat, agar jamaah tetap merasa aman, nikmat dan ingin berada di dalamnya.
4. Aspek Ekonomi. Pembangunan Masjid juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat dalam membangun dan memeliharanya. Pembangunan suatu Masjid menjadi kurang tepat, apabila pembangunan tersebut mengganggu kemampuan ekonomi masyarakat. Pembangunan Masjid hendaknya jangan sampai melupakan tugas umat Islam dalam menolong faqir miskin.
5. Aspek pengurusan. Ertinya pembangunan Masjid harus dilakukan kepada islah, Islam (keselamatan dan keserasian), hasanah (kebaikan), ihsan (kebajikan) dan maslahah (kemaslahatan).
6. Aspek Imarah. Ertinya pembangunan Masjid harus disertai dengan rencana memakmurkanya, termasuk di dalamnya rencana pemeliharaan dan pengembangan Masjid. Oleh karena itu pembangunan Masjid perlu dilengkapi dengan prasarana dan fasiliti seperti perpustakaan dan fasiliti dakwah yang lain.

Oleh : J. Joharudin